BISNIS TIKET PESAWAT ONLINEBISNIS TIKET PESAWAT ONLINE
Direkomendasikan bagi Anda yang ingin memiliki dan mengelola bisnis penjualan tiket pesawat secara online, murah, mudah, cepat, dan aman. KLIK DISINI untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

KOLEKSI WALLPAPER FOTO PESAWAT TERBANG :


Kemajuan ekonomi, pertahanan, politik, dan teknologi yang dicapai Cina

Kemajuan ekonomi, pertahanan, politik, dan teknologi yang dicapai Cina. Info sangat penting tentang Kemajuan ekonomi, pertahanan, politik, dan teknologi yang dicapai Cina. Mengungkap fakta-fakta istimewa mengenai Kemajuan ekonomi, pertahanan, politik, dan teknologi yang dicapai Cina

Kemajuan ekonomi, pertahanan, politik, dan teknologi yang dicapai Cina itu pada dasarnya terletak pada kualitas sumber daya manusianya yang tidak bisa dilepaskan dari budaya tradisionalnya, yang punya bayak kesamaan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Misalnya, ajaran Konfusius yang sangat berakar dan berpengaruh kuat di dalam masyarakat Cina mengajarkan bahwa negara (Cina) harus dibangun berdasarkan negara keluarga serta dijalankan secara hierarkis dan dalam satu organisasi sosial yang otokratis, tidak demokratis. Mereka yang lebih rendah taat kepada yang lebih tinggi. Kemudian yang lebih tinggi menunjukkan kemurahan hati sebagai balasan atas kesetiaan mereka yang lebih rendah. Dalam bidang moralitas, Konfusius mengajarkan paham kolektivisme, yang menetapkan bahwa kedudukan individu ditentukan oleh sistem hierarkinya. Kotabumi. Lampung Utara. Karena itulah, orang yang beretika Konfusian akan bertindak dan mengedepankan harapan orang lain di atas keinginan pribadi, sehingga selalu terbangun kerja sama yang solid. Ajaran ini mirip dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Yakni kekeluargaan dan gotong royong. Harapan kami, lewat penerbitan edisi khusus ini, kita bisa merenungkan bersama, betapa dahsyat dampak lunturnya semangat kekeluargaan dan gotong royong bangsa Indonesia yang terkikis oleh paham individualisme. Sehingga kita tertinggal jauh di belakang Cina yang setia mengamalkan ajaran leluhurnya. Lagi-lagi, manajemen dan pemilik Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mengingkari janji tidak membayar dana nasabah. Padahal, sebelumnya Asuransi Bakrie Life sudah berkali-kali berjanji, termasuk kepada Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan, untuk segera melunasi klaim para nasabah Diamond Investa. Seharusnya, Senin (31/1/2011) kemarin, manajemen Bakrie Life membayar tunggakan bunga cicilan pengembalian dana pokok milik para nasabah. Sebetulnya, pembayaran cicilan bungan ini juga telah tertunda karena saat membuat kesepakatan dengan para nasabah dan Bapepam LK, manajemen Bakrie Life berjanji membayar tunggakan itu pekan kemarin. Namun, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto beralasan ada kesalahan teknis. Jumat (28/1/2011) pekan lalu ia mengatakan, dana pembayaran sudah siap. Namun, karena jam operasional bank sudah habis, tidak bisa transfer ke nasabah. Transfer baru akan dilakukan kemarin. Toh, omongan Timoer berlalu bak tertiup angin. "Sampai sore ini, tidak ada tanda-tanda pembayaran," ungkap Yoseph, salah satu nasabah Diamond Investa Bakrie Life. Ia memastikan Bakrie Life tidak membayar tunggakan bunga. Ini karena ia tidak mendapat informasi ada uang masuk ke rekeningnya. Biasanya, bila dana transfer masuk, dia akan mendapatkan pesan singkat dari bank. Dayat, nasabah Bakrie Life lainnya, juga belum menerima pembayaran tunggakan. Bahkan, ia mengaku pasrah sebab ingkar janji manajemen dan pemilik Bakrie Life seperti menjadi hobi. Terlebih lagi, Bakrie Life tidak mempan dengan kebijakan Bapepam-LK dan kritik media massa. "Kalau sudah seperti ini, saya bisa apa lagi, paling hanya pasrah kepada Tuhan saya," keluh Dayat. Sayang, Timoer enggan memberi keterangan. Ia tidak membalas pesan singkat dan telepon dari Kontan. Sekadar menyegarkan ingatan, setidaknya ada 250 nasabah yang gagal bayar di produk asuransi berbasis investasi Bakrie Life. Total dana nasabah Rp 360 miliar. Bakrie Life berjanji mengembalikan dana itu dengan cara diangsur per triwulan mulai tahun 2010 hingga 2012. Manajemen juga akan membayar bunga dan denda keterlambatan. Namun, angsuran itu hanya berjalan dua kali. Kewajiban pembayaran masih tersisa Rp 300 miliar. Ketela pohon semakin naik pamornya setelah tiga siswi SMA Negeri 2 Kediri (Nurahida Laili, Mayang Anglingsari Putri, dan Anis Suraida Safitri) berhasil membuat minuman susu dan beras dari bahan ketela pohon.


Powered By : Blogger